Cara Mengecat Dinding

Cara Mengecat Dinding

Dinding adalah pemisah antara bangunan atau ruang yang merupakan salah satu karakter penghuninya. selain sebagai pemisah antar ruangan dan salah satu bagian pokok rumah yang juga berfungsi sebagai simbol keindahan dan status atau karakter pemilik rumah.  Hal ini dapat dilihat melalui bentuk dan ornamen yang ada pada dinding, juga warna cat yang digunakan pada bangunan tersebut. Perpaduan warna yang pas, dapat menarik penglihatan dan bisa menambah gaya (style) rumah serta bagaimana pemilik rumah menunjukkan karakternya

Bagaimana cara memadukan warna dan teknis pengecatan yang baik agar cat yang menempel pada dinding rumah kita tidak sia-sia. Beberapa tips  berikut ini semoga dapat membantu Anda bagaimana cara mengecat dinding yang benar.

Memilih cat hal mendasar yang harus dipersiapkan sebelum melakukan pengecatan perlu dipertimbangkan karakter pribadi, karakteristik cat, model rumah, dan kualitas cat.

  1. Menentukan produk cat yang akan di gunakan, dengan memilih kwalitas yang terbaik. Agar hasiknya memuaskan dan tidak mengulang pekerjaan,karena tahan lama
  2. Mencari warna cat yang sesuai dengan karakter anda dan menentukan warna yang tepat pada model rumah.
  3. Menyiapkan plamur sebagai cat dasar.
  4. Kemudian menyiapkan alat untuk mengecat seperti: kuas (ukuran yang disesuaikan), rol, wadah cat, ampelas kertas atau yang gulungan secukupnya, sekrap plastik, sekrap dari plat besi tipis dan tangga

Cara mengecat dinding yang benar

  1. Menutupi plesteran dengan plamur (seperti semen putih) yang berwarna putih. Caranya campurkan semen putih tadi dengan air secukupnya hingga berbentuk pasta balurkan pada seluruh permukaan tembok secara merata menggunakan sekrap plastik. Setelah kering ulangi sekali lagi hingga permukaan plasteran tertutup dan halus.
  2. Amplas bagian plamuran yang belum rata. Setelah itu harus dicat dengan wall sealer (cat dasar) terlebih dahulu. Sealer sealer berfungsi sebagai perekat antara cat dengan acian.
  3. Berdasarkan pengalaman, cat eksterior tidak perlu dicampur dengan air agar tidak mudah pudar. Sedangkan cat pada ruangan dalam rumah (interior) dapat dicampur dengan air sekitar 5 hingga 15 persen.
  4. Saat pengecatan dimulai,cat harus diaduk terlebih dahulu, agar seluruh bagian cat yang mengendap dapat larut dan warna menjadi rata.
  5. Masukkan ke dalam wadah lain secukupnya, gunakan rol atau kuas sesuai dengan kebutuhan. Gunakan rol untuk mengecat permukaan dinding yang luas, dan pada bagian pojok atau sudut dinding gunakan kuas 3 inchi atau 2,5 inchi.
  6. Pengecatan tidak boleh tergesa-gesa dan harus perlahan agar cat tidak menetes dan berserakan di bawahnya.
  7. Ketika mengecat dinding yang lama (dinding sudah pernah dicat sebelumnya), pastikan dinding dibersihkan dari kotoran dan diampelas agar permukaan tembok menjadi halus, kemudian dicat.
  8. Jika semua bagian dinding telah dicat sebanyak satu kali dan telah cukup kering, ulangi pengecatan sebanyak dua kali hingga permukaan dinding rata dan tertutup cat. Jika cat belum kering, jangan diulangi terlebih dahulu agar tidak mengelupas.
  9. Tahap terakhir adalah melakukan pengecekan pada bagian dinding mana yang perlu diulang dan belum sempurna hasilnya.
  10. Membersihkan lantai dari tetesan cat dan mencuci semua alat jika pekerjaan mengecat telah selesai adalah salah satu kesempurnaan pengecatan.

Cara mengecat dinding yang benar telah dijelaskan secara ringkas, semoga bermanfaat. Saya yakin di antara Anda memiliki cara mengecat sendiri, semoga saja artikel saya kali ini menjadi pelengkap buat Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published.