Konsep Tatap Muka

Konsep Tatap Muka

Mungkin anda pernah merasa bingung saat merenovasi bagian depan rumah yang sesuai dengan keinginan anda, sedangkan para tetangga anda berlomba-lomba menampilkan bagian depan hunian yang “wah”. Balkon dan kanopi yang ditopang pilar bergaya Yunani, adalah sebagian gambaran tampak muka hunian yang sering ditemui di pemukiman ibu kota. Hal seperti ini sering menjebak pemilik rumah yang ingin mengikuti tren, tetapi kurang mempertimbangkan karakter pribadi pada desain huniannya.

Dalam perancangan arsitektur, bagian depan atau “wajah” sebuah hunian merupakan elemen yang mengkomunikasikan fungsi dan keberadaan bangunan tersebut. Sebagaimana wajah seseorang, tampak muka hunian merepresentasikan identitas pemilik hunian tersebut. Bagian bangunan yang menghadap ke jalan, juga merefleksikan kondisi lingkungan dan kehidupan sosial-budaya masyarakat.

Dalam merancang tampak muka bangunan, kita harus memperhatikan elemen dasar yang membentuk bagian tersebut, yaitu dinding luar, jendela, pintu masuk, teras, balkon, teritis dan atap. Beberapa elemen mengakomodasi fungsi utama tampak muka, yaitu sebagai daerah masuk untuk sirkulasi orang, barang dan udara, disamping cahaya matahari ke dalam bangunan. Ibaratnya polesan make-up pada wajah, pilihan bahan material, warna dan elemen dekoratif, akan mempengaruhi desain wajah hunian. Ketika mendesain, tiap elemen akan diterjemahkan sebagai titik, garis dan bidang.

Komposisi pola dari tiap elemen akan mempengaruhi sudut pandang orang terhadap tampak muka hunian. Contohnya, deretan jendela akan membentuk bidang transparan, yang memberi kesan ringan terhadap massa bangunan yang masif. Bila ukuran deretan jendela di lantai atas didesain lebih kecil daripada deretan jendela di lantai dasar, akan memberi kesan “meninggi” pada bangunan. Untuk itu, kita harus mengharmonisasikan tiap elemen dengan konsep gaya arsitektur yang menjadi pilihan pemilik hunian.

Leave a Comment

Your email address will not be published.